Halsel, MalutInsight – Masyarakat Desa Wosi Kecamatan Gane Timur secara terbuka menyampaikan desakan kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) untuk segera menyelenggarakan rapat umum tatap muka dengan warga.
Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk transparansi dan upaya membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah desa dan masyarakat.
Selain sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan diri, warga menekankan bahwa rapat umum tersebut sangat penting dilakukan guna mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, terutama mengenai rencana kebijakan anggaran dan informasi pemangkasan insentif sejumlah kader.
Hi Wahab tokoh adat Desa setempat, mengungkapkan, hingga saat ini, sebagian besar masyarakat belum mengenal secara dekat sosok Pj Kades.
“Kami ingin mengenal siapa yang memimpin desa kami sekarang. Rapat umum adalah forum yang paling tepat untuk mendengarkan rencana pembangunan Pj Kades serta mendengar langsung aspirasi dari kami sebagai warga,” ujar tokoh adat itu.
Selain itu, hal utama lain yang menjadi keresahan warga adalah beredarnya informasi mengenai rencana pemangkasan insentif bagi perangkat keagamaan (Badan Syarah) dan Kader Posyandu serta, Tokoh adat. Isu ini telah memicu polemik, mengingat peran kedua kelompok tersebut sangat vital dalam pelayanan sosial dan kesehatan di desa.
Warga mempertanyakan dasar kebijakan tersebut jika benar-benar akan dijalankan. Apalagi Badan Syarah selama ini menjadi pilar dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, sementara Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di tingkat desa.
“Jika insentif mereka dipangkas, tentu ini akan sangat mencederai semangat pengabdian mereka. Kami butuh penjelasan resmi dari Pj Kades agar tidak terjadi kegaduhan dan salah paham di bawah,” tambahnya.
Terpisah Pj Kades Wosi, Bahtiar Harun, saat dikonfirmasi menyebut, pihaknya sejauh ini baru melakukan pertemuan dengan pemerintah Desa. Meski begitu ia berjanji akan menggelar pertemuan umum dengan seluruh lapisan masyarakat.
” Memang kamarin saya baru rapat dengan staf. Saya juga mau atur waktu rapat dengan masyarakat langsung, ” kata Bahtiar.
Menyikapi isu pemangkasan insentif, Pj Kades menjelaskan, pemdes saat ini masi menunggu Peraturan Bupati (Perbup) mengenai pembayaran Insentif.
” Informasi terkait pemangkasan itu kami masi menunggu perbup karna terkait dengan anggaran yang ada, ” pungkasnya. (Red).









