MalutInsight – Anggota DPR/MPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba, dari Fraksi PKS, Dapil Maluku Utara (Malut), menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Bangsa yang ditujukan bagi generasi muda.
Acara ini dilangsungkan pada Selasa (25/11/2025), di Aula Serbaguna SMA IT Insan Kamil, Jalan Poros Labuha -Babang, RT 006- RW 02 Desa Hidayat, Kecamatan Bacan. Kegiatan dihadiri oleh ratusan pelajar.
Dalam sosialisasinya, Alqassam secara lugas mengajak para pemuda untuk menjadi agen perubahan bangsa dengan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, memahami makna Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi UUD 1945 sebagai konstitusi negara, serta memaknai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara.
Ia menekankan bahwa generasi muda adalah tulang punggung bangsa yang memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi adalah panduan hidup kita. Sudah saatnya generasi muda tidak hanya memahami, tetapi aktif mengamalkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam setiap aspek kehidupan,” ujarnya penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah oleh peserta sosialisasi 4 Pilar.
Ia melanjutkan, pemahaman terhadap Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi kunci. Di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan, Alqassam mengajak kaum muda untuk senantiasa merajut persatuan dan menghindari perpecahan.
“Perbedaan adalah kekayaan kita. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan harmonis, bukan sebagai alasan untuk berkonflik atau menciptakan polarisasi,” tambahnya.
Selain itu, Alqassam juga menyoroti pentingnya memahami Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi negara yang menjadi landasan hukum tertinggi dan menjamin hak serta kewajiban warga negara.
“UUD 1945 adalah pagar konstitusional kita. Ini adalah dokumen fundamental yang harus kita pahami agar setiap langkah pembangunan selalu berlandaskan keadilan dan demokrasi,” tegasnya.
Tak lupa, ia mengingatkan tentang makna NKRI sebagai bentuk negara yang telah final. “NKRI adalah harga mati, wujud perjuangan para pahlawan yang harus kita jaga dan pertahankan kedaulatannya dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar. Kita sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan wilayah dan ideologi bangsa,” papar Alqassam.
Di akhir sesinya, Alqassam secara khusus menyerukan kepada para peserta untuk tidak pasif.
“Jangan hanya menjadi penonton, jadilah pelaku. Generasi muda harus aktif dalam menyuarakan Empat Pilar Kebangsaan ini kepada masyarakat luas, baik melalui platform digital, media sosial, maupun interaksi langsung di lingkungan masing-masing. Kalian adalah duta-duta bangsa yang akan membawa obor persatuan dan kemajuan,” tukasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan semangat nasionalisme yang kuat di kalangan generasi muda, sehingga mereka siap mengambil peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia yang gemilang berdasarkan fondasi Empat pilar Kebangsaan. (Red).









