Halsel, MalutInsight – Akademisi hukum Universitas Nurul Hasan Bacan, Suwarjono Buturu, S.H., M.H., menilai kepemimpinan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, sebagai representasi maestro kepemimpinan modern berbasis digital yang mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan di era transformasi teknologi dan globalisasi.
Menurut Suwarjono, kepemimpinan Bassam Kasuba tidak hanya tampak pada aspek administratif pemerintahan, tetapi lebih jauh pada arah kebijakan strategis yang mendorong transformasi birokrasi dari pola konvensional menuju sistem pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis teknologi informasi.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan merupakan langkah konkret dalam memperpendek rantai birokrasi, meminimalkan praktik maladministrasi, serta meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat sebagai pengguna layanan publik.
“Pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah bukan sekadar inovasi teknis, melainkan instrumen hukum dan administrasi negara untuk menjamin asas kepastian hukum, keterbukaan, serta akuntabilitas. Dalam konteks ini, kebijakan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap arah pembangunan hukum nasional,” ujar Suwarjono, Selasa (27/1/2026).
Dari perspektif hukum tata negara dan hukum administrasi pemerintahan, Suwarjono menegaskan bahwa kebijakan berbasis digital yang diterapkan di Halmahera Selatan sejalan dengan prinsip good governance, yakni transparansi, partisipasi publik, efektivitas, efisiensi, serta pengawasan yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat.
Ia menambahkan, kepemimpinan Basam Kasuba juga tercermin dalam kemampuannya membangun budaya kerja birokrasi yang profesional dan adaptif, di mana aparatur sipil negara tidak hanya dituntut bekerja berdasarkan prosedur formal, tetapi juga dituntut memiliki kompetensi digital dan orientasi pelayanan publik.
“Kepemimpinan modern tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik. Yang lebih penting adalah membangun sistem, regulasi, dan sumber daya manusia. Basam Kasuba mampu memadukan pendekatan humanis dengan inovasi teknologi, sehingga pembangunan daerah berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan,” jelasnya.
Suwarjono juga menilai bahwa gaya kepemimpinan Bassam Kasuba mencerminkan kemampuan membaca perubahan global dan nasional, terutama dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang cepat, terbuka, dan responsif.
“Pemimpin daerah hari ini harus mampu berpikir melampaui batas administratif wilayahnya. Dalam konteks tersebut, Hasan Ali Basam Kasuba layak disebut sebagai maestro kepemimpinan modern berbasis digital di tingkat daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap model kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang diterapkan di Halmahera Selatan dapat menjadi rujukan nasional, khususnya bagi daerah lain dalam mendorong reformasi birokrasi yang berbasis hukum, teknologi, dan kepentingan masyarakat luas. (Red).









