JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyoroti ketimpangan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pariwisata di wilayah Timur Indonesia.
Berdasarkan data paparan Kementerian Pariwisata halaman 32, tercatat ada 11 event besar yang batal terlaksana pada tahun 2025, termasuk Festival Tanjung Waka di Maluku Utara.
Alqassam menyatakan kekecewaannya karena pembatalan ini berdampak langsung pada nadi perekonomian masyarakat lokal.
“Festival Tanjung Waka bukan sekadar pesta rakyat, tapi harapan besar bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di Maluku Utara. Pembatalan ini tentu sangat menyakitkan,” ujar legislator asal Dapil Maluku Utara tersebut.
Ia mempertanyakan transparansi dan standar yang digunakan oleh Kemenpar dalam menentukan kelayakan sebuah acara masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
Alqassam mendesak kementerian untuk membuka profil tim kurator yang terlibat agar publik tahu apakah mereka memiliki pemahaman yang cukup mengenai kondisi geografis dan tantangan di daerah kepulauan.
“Apa sebenarnya indikator yang dipakai dalam seleksi KEN ini? Siapa saja Tim Kuratornya? Saya ingin tahu latar belakang mereka. Jangan sampai standar yang dipakai hanya ‘Jawa-sentris’ sehingga daerah seperti kami selalu kalah saing,” tegasnya.
Lebih lanjut, Alqassam mengusulkan agar pemerintah melakukan subsidi silang atau realokasi anggaran dari destinasi di Jawa atau Bali yang sudah mandiri secara komersial. Menurutnya, negara harus hadir untuk menyelamatkan acara-acara di wilayah Timur yang masih membutuhkan pendampingan agar tidak terus-menerus berguguran.
“Harusnya anggaran dari event di Jawa atau Bali yang sudah mapan bisa dialihkan untuk menyelamatkan potensi wisata di Timur. Jangan biarkan kami berjuang sendiri dengan fasilitas terbatas,” pungkas Alqassam.









