MalutInsight – Media Center Ikatan Keluarga Tobelo galela (Ika Togale), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencatutan siluet penari Cakalele dalam logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) ke-23.
Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis yang merepresentasikan kekayaan budaya dan semangat persatuan masyarakat Halmahera Selatan.
Juru bicara (Jubir) Media Center, Rodi Sipondak, S.T., M.Ling., mengungkapkan, cakalele, tarian perang tradisional yang dikenal dengan gerakannya yang enerjik dan penuh makna, tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya yang menandakan tumbuhnya subur semua suku di “Bumi Saruma”.
Lebih dari itu, kata Rodi, tarian ini merefleksikan keberanian dan kekuatan masyarakat Halmahera Selatan dalam menghadapi berbagai tantangan serta semangat untuk terus maju.
“Kami sangat mengapresiasi keputusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk memasukkan elemen Cakalele dalam logo HUT ke-23 ini,” ujar Jubir Media Center Ika Togale. Kamis, (14/5/2026).
“Ini adalah pengakuan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya, sekaligus pesan kuat tentang persatuan dan semangat juang masyarakat Halsel.” Tukasnya menambahkan.
Sementara itu, Ketua IKA Togale Halsel Halifat Wahid Barnabas. S.Ag., M.Pd., menambahkan, penggunaan siluet penari Cakalele dalam logo ini diharapkan dapat semakin meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap seluruh warisan budaya di Bumi Saruma.
Apalagi menurutnya, kabupaten Halmahera Selatan saat ini dikenal dengan daerah yang dihuni puluhan suku dan budaya di bawah payung Saruma.
” Pencatutan siluet ini juga merupakan bagian dari mempromosikan Halmahera Selatan sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai luhur, ” terangnya.
” Ika Togale berharap semangat yang diwakili oleh Cakalele ini dapat terus menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Halmahera Selatan yang lebih maju dan sejahtera, ” pungkas Halifat. (Shain).








