Dorong Hilirisasi Berdampak Nyata, Alqassam: Industri Malut Harus Sejahterakan Rakyat

- Penulis Berita

Rabu, 16 September 2026 - 13:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Izzuddin Alqassam Kasuba, Anggota DPR RI Dapil Malut, Fraksi PKS.

Izzuddin Alqassam Kasuba, Anggota DPR RI Dapil Malut, Fraksi PKS.

Jakarta, — Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS dari daerah pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, meminta pertumbuhan industri di Maluku Utara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, investasi dan hilirisasi tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi di atas kertas, tetapi harus membuka lebih banyak pekerjaan, usaha, dan sumber penghidupan bagi rakyat Maluku Utara.

“Rakyat tentu senang kalau industri tumbuh dan investasi masuk. Tetapi pertanyaan sederhananya adalah: apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat? Apakah semakin banyak anak muda yang mendapatkan pekerjaan? Apakah semakin banyak orang Maluku Utara yang bisa menjadi pengusaha? Apakah pendapatan keluarga mereka meningkat?” ujar Alqassam di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, besarnya aktivitas industri dan smelter di Maluku Utara seharusnya menjadi kesempatan bagi masyarakat lokal untuk ikut mengambil bagian. Industri membutuhkan banyak barang dan jasa, mulai dari katering, transportasi, laundry, konstruksi, perawatan, pergudangan, logistik, pengolahan makanan, seragam, teknologi informasi, hingga pengelolaan limbah.

“Jangan sampai pabriknya ada di Maluku Utara, tetapi kesempatan usahanya justru dinikmati pengusaha dari luar daerah. Masyarakat Maluku Utara harus menjadi bagian dari pertumbuhan itu, bukan hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.

Karena itu, Alqassam mendorong Kementerian Perindustrian bersama Kementerian UMKM memastikan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Maluku Utara membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM dan pengusaha lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memberikan pembiayaan kepada UMKM. Yang lebih penting adalah memastikan ada pasar bagi produk dan jasa mereka.

“UMKM jangan hanya diberi pinjaman, kemudian diminta berkembang sendiri. Kalau pemerintah ingin UMKM naik kelas, berikan mereka akses kepada pasar. Salah satu pasar terbesar yang tersedia sekarang adalah kebutuhan industri yang ada di daerah mereka sendiri.”

Alqassam menilai pendekatan tersebut akan menciptakan efek berganda. Ketika perusahaan lokal mendapatkan kontrak dari industri, maka uang berputar di daerah. Ketika UMKM berkembang, mereka membutuhkan tenaga kerja. Ketika tenaga kerja memperoleh penghasilan, konsumsi masyarakat meningkat dan ekonomi lokal ikut bergerak.

“Yang kita kejar bukan hanya pertumbuhan ekonomi. Yang kita kejar adalah kesejahteraan rakyat. Investasi harus membuka jalan bagi rakyat untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan taraf hidup,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan hilirisasi di Maluku Utara harus diukur bukan hanya dari besarnya investasi, jumlah smelter, atau nilai produksi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat lokal.

“Kalau industri tumbuh tetapi rakyat kecil tetap sulit mendapatkan pekerjaan dan kesempatan usaha, berarti masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Kita ingin Maluku Utara bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya pengusaha lokal, lapangan kerja, dan keluarga yang hidup lebih sejahtera,” tutup Alqassam.

Berita Terkait

Aleg F-PKS Dapil Malut Dorong Komoditas Kelor dan Kenari Jadi Produk Ekraf Global Bernilai Tinggi
Usaha Rakyat di Ambang Kebangkrutan, Koperasi Sibela Desak Pemkab Halsel Secepatnya Evaluasi Kapal Cepat Harita.
Koperasi SIBELA Tegaskan Penyesuaian Tarif Rute Kupal–Kawasi Berdasarkan Kondisi Riil, Bukan Keputusan Sepihak.
Koperasi SIBELA Minta Pemkab Halsel Tak Tutup Mata, Desak Instansi Terkait Segera Evaluasi Operasional Kapal Cepat Milik Harita.
Dorong Pengembangan SDM dan Potensi Wisata, Alqassam Kasuba Buka Pelatihan Branding ‘Wonderful Indonesia’
Izzuddin Alqassam: Dominasi Produk Impor di Marketplace Alarm bagi UMKM Lokal.
Okupansi Hotel Pulih, Izzuddin Alqassam Apresiasi Daya Tahan Sektor Pariwisata
Izzuddin Alqassam Kasuba Soroti Pembatalan Festival Tanjung Waka Event Pariwisata Maluku Utara di 2025, Desak Perhatian Pemerintah Pusat.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18

Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:22

Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53

Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:37

Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:22

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.

Kamis, 2 April 2026 - 07:17

Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06

Ika Togale Halsel Gelar Rapat Finalisasi Agenda Mubes, Peringatan Harlah ke 21 dan Rancangan Struktur Organisasi.

Berita Terbaru