Alqassam Kasuba Dorong Pasar Internasional Harus Buka Jalan bagi Destinasi Maluku Utara.

- Penulis Berita

Kamis, 24 September 2026 - 07:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba. (Istimewa)

Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba. (Istimewa)

Jakarta, — Anggota DPR RI Komisi VII Daerah Pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menilai upaya pemerintah memperluas akses pasar internasional melalui Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 perlu diarahkan tidak hanya untuk mendatangkan wisatawan, tetapi juga membuka pasar bagi destinasi dan produk pariwisata daerah, termasuk Maluku Utara.

WITF 2026 yang akan digelar pada 15–17 Oktober 2026 di Jakarta menjadi salah satu forum business-to-business yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan pembeli dan mitra internasional. Menurut Alqassam, forum semacam ini harus menghasilkan transaksi dan kemitraan yang memberikan dampak nyata bagi daerah.

“WITF jangan hanya menjadi tempat menjual destinasi yang sudah terkenal. Ini harus menjadi pintu masuk bagi destinasi Indonesia yang sedang tumbuh, termasuk Maluku Utara,” ujar Alqassam.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki modal pariwisata yang kuat, mulai dari wisata bahari, pulau-pulau kecil, sejarah, budaya, hingga kuliner berbasis rempah dan hasil laut. Namun kekayaan tersebut harus diubah menjadi produk wisata yang siap dijual di pasar internasional, bukan berhenti pada promosi keindahan alam.

“Kita bukan kekurangan destinasi. Yang perlu diperkuat adalah bagaimana destinasi itu menjadi produk. Ada paketnya, ada operatornya, ada aksesnya, ada harga yang jelas, ada standar pelayanan, dan ada kepastian keselamatan wisatawan,” katanya.

Pulau Widi Harus Masuk Peta Pariwisata Internasional

Alqassam secara khusus menyoroti Kepulauan Widi di Kabupaten Halmahera Selatan sebagai salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian dalam strategi promosi pariwisata internasional Maluku Utara.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menyebut Pulau Widi memiliki potensi wisata bahari berupa pantai pasir putih, perairan jernih, lanskap pesisir alami, serta potensi snorkeling, diving, island hopping, fotografi, dan eksplorasi alam. Pemkab juga mengidentifikasi sejumlah titik seperti Kapuraca, Talaga, Dadawe Gane, Dadawe Weda, dan Pulau Payung sebagai bagian dari potensi rute wisata kawasan tersebut.

“Pulau Widi memiliki modal alam yang sangat kuat.Tetapi kita jangan berhenti pada kalimat ‘Widi indah’. Pasar internasional membutuhkan produk yang konkret. Oleh karena itu, Widi harus dipaketkan, dipasarkan, dikelola, dan dipastikan akses serta keselamatannya,” ujar Alqassam.

Dokumen perencanaan Kabupaten Halmahera Selatan juga menempatkan pariwisata Kepulauan Widi sebagai salah satu prioritas pengembangan kawasan strategis Gane.

Menurut Alqassam, kondisi geografis Widi sekaligus menunjukkan bahwa konektivitas merupakan bagian dari produk pariwisata. Informasi resmi pemerintah daerah saat ini menggambarkan akses kawasan Widi melalui Ternate, menuju Labuha, Pelabuhan Babang, kemudian perjalanan laut menuju kepulauan tersebut.

“Kalau wisatawan sudah tertarik datang tapi perjalanan destinasinya sulit, informasinya tidak jelas, atau tidak ada kepastian layanan di lapangan, maka promosi sebesar apa pun tidak cukup. Konektivitas harus diperlakukan sebagai bagian dari pembangunan produk wisata,” katanya.

Jangan Hanya Menjual Panorama

Alqassam mengingatkan agar strategi promosi internasional tidak terjebak pada pendekatan destinasi branding semata.

Menurutnya, yang harus dijual kepada pembeli adalah pengalaman wisata yang utuh, mulai dari transportasi, akomodasi, aktivitas, kuliner, pemandu, keselamatan, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat.

“Jangan datang ke pameran hanya membawa foto laut dan pantai. Yang dibawa harus produk wisata yang siap ditransaksikan,” tegas Alqassam.

Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah menyusun business matching khusus untuk destinasi Maluku Utara, termasuk mempertemukan pengelola destinasi dan operator lokal dengan tour operator serta pembeli mancanegara.

Widi Harus Terhubung dengan Ekosistem Halsel

Alqassam juga menilai Pulau Widi tidak seharusnya dikembangkan sebagai destinasi yang berdiri sendiri. Widi perlu terhubung dengan destinasi dan kekuatan ekonomi lainnya di Halmahera Selatan.

Pemkab Halmahera Selatan sendiri memasukkan Pulau Widi bersama destinasi lain seperti Gura Ici dan kawasan sejarah Kesultanan Bacan dalam pengembangan pariwisata daerah berbasis konektivitas dan konsep smart archipelago.

“Widi bisa menjadi jangkar, tetapi wisatawan harus punya alasan untuk tinggal lebih lama dan bergerak ke destinasi lain di Halmahera Selatan. Bacan punya sejarah, Gura Ici punya wisata bahari, kawasan Gane punya Widi. Ini harus dirangkai menjadi satu ekosistem perjalanan,” ujar Alqassam.

Menurutnya, pola semacam itu akan memperbesar peluang belanja wisatawan masuk ke ekonomi lokal, mulai dari transportasi, penginapan, kuliner, pemandu, kerajinan, hingga UMKM.

Promosi Harus Diikuti Konektivitas dan Investasi

Alqassam mengatakan perlunya ada hubungan yang jelas antara agenda promosi internasional dengan pembangunan infrastruktur pendukung.

Ia mendorong penguatan konektivitas udara dan laut, pelabuhan, transportasi antarpulau, telekomunikasi, akomodasi, serta infrastruktur dasar destinasi.

“Jangan sampai pemerintah berhasil menjual Widi kepada wisatawan internasional, tetapi pemerintah daerah kemudian kesulitan menyediakan layanan ekosistem yang membutuhkan wisatawan. Itu artinya kami menjual sesuatu yang belum sepenuhnya siap,” katanya.

Aspek keselamatan juga harus menjadi bagian dari pengembangan destinasi, terutama karena Widi merupakan kawasan kepulauan dengan aktivitas wisata bahari. Pemerintah daerah sendiri menekankan perlunya pengelolaan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keselamatan pengunjung dalam pengembangan kawasan Widi.

Keberhasilan Harus Diukur dari Transaksi

Alqassam meminta pemerintah membangun indikator keberhasilan promosi pariwisata yang lebih konkret.

“Kita tidak hanya menghitung berapa orang yang melihat konten promosi. Ukur berapa pembeli yang masuk, berapa paket wisata yang terjual, berapa wisatawan yang datang, berapa lama mereka tinggal, berapa besar belanja mereka, dan berapa banyak usaha lokal yang ikut menikmati,” ujarnya.

Menurutnya, indikator tersebut penting agar promosi pariwisata tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Event internasional penting, tetapi event bukan tujuan akhir. Tujuannya adalah transaksi, investasi, kunjungan wisatawan, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Alqassam.

Ia menambahkan bahwa Maluku Utara memiliki peluang untuk memperkenalkan narasi pariwisata yang berbeda ke pasar internasional, yakni perpaduan antara sejarah rempah, peradaban kepulauan, kekayaan laut, budaya, dan pengalaman wisata berbasis masyarakat. Profil resmi pariwisata nasional juga menempatkan Maluku Utara sebagai wilayah dengan kekayaan sejarah, budaya, destinasi bahari, dan kuliner berbasis rempah-rempah serta hasil laut.

“Indonesia punya Bali, punya Labuan Bajo, punya destinasi-destinasi yang sudah dikenal dunia.Tetapi dunia juga perlu mengenal Maluku Utara. Dan salah satu pintu masuknya adalah Pulau Widi di Halmahera Selatan,” tutup Alqassam.

Berita Terkait

Fraksi PKS Sambangi Kantor Walikota London, Diskusikan Toleransi Dan Demokrasi.
Tokoh Intelijen Sekaligus Pendiri PKS Suripto Tutup Usia.
Satu Tahun Tuntaskan Misi Perdamaian Dunia Di Libanon, Prajurit Pasmar 1 Kembali ke Satuan.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18

Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:22

Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53

Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:37

Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:22

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.

Kamis, 2 April 2026 - 07:17

Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06

Ika Togale Halsel Gelar Rapat Finalisasi Agenda Mubes, Peringatan Harlah ke 21 dan Rancangan Struktur Organisasi.

Berita Terbaru