Aleg F-PKS Dapil Malut Dorong Komoditas Kelor dan Kenari Jadi Produk Ekraf Global Bernilai Tinggi

- Penulis Berita

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Izzuddin Alqassam Kasuba, Anggota DPR RI dapil Malut, Fraksi PKS. (Istimewa).

Izzuddin Alqassam Kasuba, Anggota DPR RI dapil Malut, Fraksi PKS. (Istimewa).

Jakarta, — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyambut baik dorongan positif Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan komoditas lokal Maluku Utara seperti kelor dan kenari menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tambah tinggi.

Menurut Alqassam, potensi komoditas lokal tidak boleh berhenti sebagai bahan mentah. Kelor, kenari, rempah, serta berbagai produk khas Maluku Utara perlu diolah, dikemas, dan diberi identitas yang kuat agar memiliki nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

“Ini arah yang sangat tepat. Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku. Kita harus mulai mengubah kekayaan alam menjadi produk yang punya nilai, punya merek, punya cerita, dan punya pasar,” kata Alqassam dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).

Ia mengatakan pendekatan pengemasan dan penceritaan dapat menjadi kekuatan penting untuk membedakan produk Maluku Utara dengan produk dari daerah lain. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya membeli barang, tetapi juga membeli pengalaman, identitas, dan cerita di balik sebuah produk.

“Kenari itu bukan sekadar kacang, kelor bukan sekadar daun. Di belakangnya ada alam Maluku Utara, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat. Cerita itu harus diterjemahkan menjadi desain produk yang menarik dan mudah dikenali,” ujarnya.

Alqassam menilai penguatan desain visual perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas produk, standardisasi, sertifikasi, kontinuitas pasokan, serta akses pasar. Tanpa hal tersebut, branding berisiko hanya menjadi tampilan luar tanpa diikuti peningkatan daya saing.

“Jangan sampai produknya sudah bagus di kemasan, tetapi ketika permintaan besar barangnya tidak tersedia atau kualitasnya berubah-ubah. Ekonomi kreatif harus dipenuhi dengan kemampuan produksi dan rantai pasok,” katanya.

Ia juga mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, perguruan tinggi, desainer, hingga sektor industri untuk membangun ekosistem produk lokal Maluku Utara.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar kreator lokal tidak hanya menjadi pendukung promosi, tetapi ikut terlibat sejak proses pengembangan identitas produk hingga strategi pemasarannya.

“Kalau desainer, pelaku UMKM, pemerintah, sejarawan, dan pasar bisa duduk bersama, kita bisa menciptakan produk Maluku Utara yang kuat secara kualitas sekaligus kuat secara cerita,” tutur Alqassam.

Alqassam berharap pengembangan komoditas lokal berbasis ekonomi kreatif dapat membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja di Maluku Utara.

“Tujuan pada akhirnya bukan sekedar membuat produk terlihat lebih cantik. Kita ingin petani, nelayan, perajin, UMKM, dan anak-anak muda di Maluku Utara ikut menikmati nilai tambah. Dari bahan lokal, menjadi produk lokal, lalu pasar nasional bahkan global,” tutupnya. (TIM).

Berita Terkait

Alqassam Kasuba Soroti Akses Pasar UMKM, Dorong Masuk Rantai Industri.
Alqassam Kasuba Dorong Pemerintah Jadikan Keselamatan Standar Utama Pembangunan Pariwisata Nasional Termasuk di Malut.
Anggota DPR RI Alqassam Kasuba: Program Gastronomi Harus Angkat Kuliner Maluku Utara.
Dorong Hilirisasi Berdampak Nyata, Alqassam: Industri Malut Harus Sejahterakan Rakyat
Purbaya Dicopot dari Jabatan Menkeu RI.
Pada 6 September 2026, Tercatat Ada Empat Gunung Erupsi di Indonesia.
Pangkas Bunga PNM Mekaar, Alqassam Kasuba Apresiasi Kebijakan Presiden.
Program Prokesra Kementerian UMKM, Alqassam Kasuba Minta Sentuh Daerah.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18

Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:22

Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53

Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:37

Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:22

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.

Kamis, 2 April 2026 - 07:17

Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06

Ika Togale Halsel Gelar Rapat Finalisasi Agenda Mubes, Peringatan Harlah ke 21 dan Rancangan Struktur Organisasi.

Berita Terbaru