Anggota DPR RI Alqassam Kasuba: Program Gastronomi Harus Angkat Kuliner Maluku Utara.

- Penulis Berita

Kamis, 17 September 2026 - 13:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Izzuddin Alqassam Kasuba, Anggota DPR Dapil Maluku Utara.

Izzuddin Alqassam Kasuba, Anggota DPR Dapil Maluku Utara.

Jakarta, — Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyambut positif program Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 yang didorong Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, pengembangan gastronomi dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah.

Gastronomi adalah pendekatan terhadap makanan yang tidak hanya melihat rasa dan penyajiannya, tetapi juga menggali cerita tentang bahan baku, asal daerah, sejarah, tradisi, budaya, serta masyarakat yang mempertahankannya. Dengan pendekatan tersebut, makanan tidak berhenti sebagai produk konsumsi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman wisata dan identitas suatu daerah.

Alqassam menilai konsep tersebut sangat relevan diterapkan di Maluku Utara. Daerah ini memiliki kekayaan kuliner yang berkaitan erat dengan sejarah rempah, kehidupan masyarakat kepulauan, hasil laut, serta tradisi pangan yang diwariskan antargenerasi.

“Kita tidak kekurangan makanan yang enak. Yang perlu kita lakukan adalah membuat wisatawan memahami cerita di balik makanan itu: dari mana bahannya berasal, siapa yang memproduksinya, bagaimana tradisinya, dan bagaimana makanan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku Utara,” kata Alqassam dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pendekatan gastronomi dapat dikembangkan melalui kuliner seperti gohu ikan, papeda, ikan kuah kuning, gatang kenari, air guraka, bagea, serta berbagai produk berbasis pala, cengkeh, kenari, sagu, dan hasil laut.

“Gohu ikan misalnya, jangan berhenti sebagai menu makanan. Di dalamnya ada cerita tentang laut, nelayan, bahan pangan, rempah-rempah, tradisi masyarakat, dan ekonomi lokal. Kalau cerita itu dikemas menjadi pengalaman wisata, nilai ekonominya bisa jauh lebih besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Alqassam mendorong agar pengembangan gastronomi Maluku Utara tidak hanya fokus pada promosi restoran atau festival kuliner. Program tersebut perlu melibatkan petani, nelayan, UMKM, juru masak, restoran, desa wisata, pelaku ekonomi kreatif, komunitas budaya, dan destinasi wisata dalam satu rantai nilai.

“Jangan sampai branding kulinernya naik, tetapi masyarakat yang menghasilkan bahan baku dan menjaga tradisinya tetap hidup dalam kesulitan ekonomi. Gastronomi harus membuat masyarakat lokal ikut naik kelas,” tegasnya.

Alqassam juga mendorong Kementerian Pariwisata agar mempromosikan gastronomi nasional memberikan ruang yang lebih besar kepada daerah-daerah di Indonesia Timur, termasuk Maluku Utara.

Menurutnya, gastronomi dapat menjadi instrumen untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan. Wisatawan tidak hanya diajak makan, tetapi juga dapat mengunjungi pasar tradisional, sentra produksi, desa, perkebunan rempah, kawasan pesisir, belajar mengolah makanan lokal, sekaligus menikmati pemandangan sejarah dan budaya.

“Target kita jangan hanya membuat orang datang ke Maluku Utara. Kita ingin mereka tinggal lebih lama, membelanjakan uangnya lebih banyak, dan sebanyak mungkin manfaat ekonominya diterima masyarakat lokal,” kata Alqassam.

Ia menegaskan bahwa kekuatan gastronomi Maluku Utara terletak pada hubungan antara makanan, sejarah, budaya, alam, dan masyarakat.

“Saat wisatawan menikmati makanan Maluku Utara, mereka sesungguhnya sedang menonton cerita tentang kepulauan ini. Tugas pemerintah adalah memastikan cerita itu autentik, dikemas dengan baik, masuk ke pasar wisata nasional dan internasional, serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Alqassam. (Red).

 

Berita Terkait

Aleg F-PKS Dapil Malut Dorong Komoditas Kelor dan Kenari Jadi Produk Ekraf Global Bernilai Tinggi
Alqassam Kasuba Soroti Akses Pasar UMKM, Dorong Masuk Rantai Industri.
Alqassam Kasuba Dorong Pemerintah Jadikan Keselamatan Standar Utama Pembangunan Pariwisata Nasional Termasuk di Malut.
Purbaya Dicopot dari Jabatan Menkeu RI.
Pada 6 September 2026, Tercatat Ada Empat Gunung Erupsi di Indonesia.
Pangkas Bunga PNM Mekaar, Alqassam Kasuba Apresiasi Kebijakan Presiden.
Program Prokesra Kementerian UMKM, Alqassam Kasuba Minta Sentuh Daerah.
Ketua Umum PJI: Pak Presiden Jurnalis Bukan Penghianat Bangsa.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18

Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:22

Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53

Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:37

Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:22

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.

Kamis, 2 April 2026 - 07:17

Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06

Ika Togale Halsel Gelar Rapat Finalisasi Agenda Mubes, Peringatan Harlah ke 21 dan Rancangan Struktur Organisasi.

Berita Terbaru