Dr. Hi Muhammad Kasuba Sang Arsitek Pendidikan dan Pencetus Kesehatan Gratis di Halmahera Selatan.

- Penulis Berita

Jumat, 31 Oktober 2025 - 05:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Hi Muhammad Kasuba MA., (istimewa).

Dr. Hi Muhammad Kasuba MA., (istimewa).

MalutInsight – Pribadi Dr. Muhammad Kasuba, bukanlah sekadar bupati dua periode di Kabupaten Halmahera Selatan, melainkan sebagai arsitek perubahan sosial yang menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan.

Melalui kebijakan pendidikan gratis dan kesehatan gratis, ia membuktikan bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang keberpihakan kepada manusia. Dua program itu menjadi ikon kemajuan Halmahera Selatan dan menjadikan wilayah kepulauan ini dikenal karena keberaniannya membangun sumber daya manusia dari akar rumput.

Bayangkan jika generasi Halsel tumbuh tanpa kesempatan sekolah karena biaya, atau warga di pesisir terpaksa menanggung derita karena tak mampu berobat. Tanpa program pendidikan dan kesehatan gratis yang digagas Dr. Kasuba sejak 2007, ribuan anak mungkin kehilangan masa depan, dan banyak keluarga kecil akan terus hidup dalam ketidakpastian. Kehilangan arah pembangunan manusia berarti kehilangan masa depan daerah.

Kepemimpinan yang berpihak pada rakyat seperti inilah yang harus dijaga, agar sejarah tidak kembali ke masa ketika pendidikan dan kesehatan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu.

Data menunjukkan keberhasilan nyata, program pendidikan gratis meningkatkan angka partisipasi sekolah dari 72% menjadi 92%, dan menurunkan angka putus sekolah hingga di bawah 5%. Tercatat, lebih dari 600 mahasiswa Halsel berhasil menempuh kuliah di berbagai universitas ternama di Indonesia.

Di bidang kesehatan, kebijakan pelayanan gratis menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebesar 27%, serta memperluas akses layanan kesehatan hingga ke 42 desa terpencil.

Ribuan warga Halsel hari ini menjadi saksi hidup bahwa kebijakan pro-rakyat mampu mengubah nasib sebuah daerah.

Sebagai bupati dua periode (2005–2015), Dr. Muhammad Kasuba menjalankan kebijakan berdasarkan kerangka hukum dan visi nasional dalam pembangunan manusia.

Kebijakannya sejalan dengan program pemerintah pusat seperti Wajib Belajar 12 Tahun dan Jaminan Kesehatan Nasional, tetapi diterjemahkan ke konteks lokal dengan pendekatan daerah kepulauan.

Langkah strategis seperti penambahan 150 tenaga medis, pembangunan 19 puskesmas, serta pemberian beasiswa daerah menunjukkan pengelolaan pemerintahan yang terukur dan berorientasi hasil. Ia dikenal sebagai pemimpin yang berwawasan kebangsaan, religius, dan berorientasi kesejahteraan sosial.

Dr. Muhammad Kasuba memahami bahwa pembangunan sejati bukan diukur dari jumlah bangunan, tetapi dari senyum anak-anak yang bisa sekolah tanpa cemas dan ibu-ibu yang bisa berobat tanpa takut biaya.

Setiap kebijakan yang ia ambil lahir dari keyakinan bahwa setiap manusia — tanpa melihat latar belakang ekonomi — berhak mendapatkan kesempatan yang sama.

Warisan kebijakannya menjadi simbol cinta, kepedulian, dan pengabdian tulus kepada masyarakat Halmahera Selatan.

Itulah nilai kemanusiaan yang menjadikan namanya abadi dalam ingatan rakyat. Kini, semangat dan kebijakan yang dirintis Dr. Kasuba terus diikuti dan diterapkan oleh berbagai generasi pemimpin daerah.

Pendidikan gratis dan layanan kesehatan rakyat telah menjadi standar moral pemerintahan di Halmahera Selatan.

Masyarakat, tokoh pendidikan, dan pemerintah bersama-sama mendukung keberlanjutan program ini, karena telah terbukti membawa kemajuan nyata.

Kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bersama yang disepakati oleh seluruh elemen masyarakat Halsel.

Warisan kepemimpinan Dr. Muhammad Kasuba adalah warisan nilai, bahwa kesejahteraan sejati dimulai dari manusia yang sehat dan berpendidikan.

Ia telah menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berjiwa rakyat tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi inspirasi yang menggerakkan generasi berikutnya untuk terus melanjutkan perjuangan.

Sember data : 

-Data Dinas Pendidikan Halsel 2007

-Data Dinas Kesehatan Halsel 2014.

Berita Terkait

Dahrun Kasuba: Peringatan HUT Ke 21 Ika Togale dan Pelantikan Pengurus Digelar 3 Hari Lagi.
Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.
Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.
Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.
MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.
Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.
Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18

Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:22

Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53

Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:37

Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:22

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.

Kamis, 2 April 2026 - 07:17

Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06

Ika Togale Halsel Gelar Rapat Finalisasi Agenda Mubes, Peringatan Harlah ke 21 dan Rancangan Struktur Organisasi.

Berita Terbaru