Anggota Komisi VII Alqassam Kasuba Soroti Ketimpangan Investasi Ekonomi Kreatif dan Lemahnya Dampak ke Daerah.

- Penulis Berita

Jumat, 23 Januari 2026 - 04:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba.

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba.

Jakarta  — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyoroti masih lemahnya keterkaitan antara anggaran, output, dan dampak nyata program Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap pembangunan daerah, khususnya di luar Pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan Izzuddin dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, yang dilaksanakan pada Kamis (22/1) di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Izzuddin mengapresiasi paparan kinerja Kementerian Ekonomi Kreatif yang dinilainya cukup kuat secara makro, namun masih kurang menjelaskan dampak konkret program terhadap daerah.

“Bahan paparan yang disampaikan cukup kuat secara makro, namun relatif lemah pada aspek keterkaitan langsung antara anggaran dengan output, outcome, dan dampaknya bagi daerah,” ujar legislator asal Maluku Utara tersebut.

Ia menyoroti capaian indikator kinerja utama seperti investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja yang dilaporkan telah mencapai 97 persen target, namun tidak disertai penjelasan rinci mengenai sebaran wilayah dan jenis usaha yang terlibat.

“Capaian investasi sebesar Rp132,04 triliun dan ekspor USD 26,44 miliar ini belum jelas sebaran daerahnya, juga belum terlihat porsi usaha mikro dibanding usaha besar, serta kontribusi langsung program Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap capaian tersebut,” tegasnya.

Menurut Izzuddin, tanpa kejelasan kontribusi program pemerintah, capaian tersebut berpotensi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor pasar dan investor besar.

“Pertanyaan kami sederhana, berapa persen dari capaian investasi dan ekspor tersebut yang benar-benar merupakan hasil langsung dari intervensi program Kementerian Ekonomi Kreatif, bukan semata karena faktor pasar atau investor besar,” lanjutnya.

Selain itu, Izzuddin juga menyoroti ketimpangan subsektor dan geografis investasi ekonomi kreatif yang masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa.

“Data menunjukkan investasi masih didominasi subsektor aplikasi, fashion, kriya, dan kuliner, serta terkonsentrasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah. Ini menunjukkan daya tarik investasi belum menyentuh wilayah di luar Jawa secara signifikan,” jelasnya.

Ia menilai ekonomi kreatif di luar Jawa, termasuk wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah tertinggal, belum terlihat secara eksplisit dalam kebijakan afirmatif kementerian.

“Ekonomi kreatif di luar Jawa hampir tidak terlihat secara eksplisit. Bahkan belum tampak adanya tindakan afirmatif yang kuat untuk provinsi kepulauan, perbatasan, dan daerah tertinggal,” kata Izzuddin.

Menutup pernyataannya, Izzuddin tetap mengapresiasi tingkat serapan anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif pada tahun 2025 dan berharap kinerja tahun 2026 dapat lebih berorientasi pada pemerataan.

“Kami mengapresiasi serapan anggaran tahun 2025. Ke depan, kami berharap pada tahun anggaran 2026, kinerja Kementerian Ekonomi Kreatif tidak hanya optimal secara angka, tetapi juga lebih adil dan berdampak nyata bagi seluruh daerah,” pungkas Alqassam. (*)

Berita Terkait

Komisi VII DPR RI Genjot RUU Desain Industri, Alqassam Kasuba Hadir dalam Diskusi Publik di Jatim.
Kritik RRI dan TVRI , Alqassam Kasuba Sesalkan Maluku Utara Tak Masuk Daftar Nobar Piala Dunia.
Erupsi Gunung Dukono, Anggota DPR RI Alqassam Tekankan Standar Keamanan Pariwisata Alam.
BPS Catat 224 Daerah Alami Kenaikan Harga Minyak Goreng, Beras hingga Gula Mulai Merangkak Naik.
Dorong Pengembangan SDM dan Potensi Wisata, Alqassam Kasuba Buka Pelatihan Branding ‘Wonderful Indonesia’
Terima Kunjungan BAZNAS Halsel di Senayan, Anggota DPR RI Alqassam Kasuba Dorong Optimalisasi Zakat dan Pemberdayaan Mustahik.
Wagub Seno Aji Dukung UKW PJI Kaltim Standar Dewan Pers, Ketum Hartanto Boechori Sampaikan Apresiasi.
Soroti Ketimpangan, Anggota DPR RI F-PKS Alqassam Kasuba Kritik Pelatihan Wisata Kemenpar di Maluku Utara.

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 04:22

Ika Togale Halsel Apresiasi Sumbangan Sapi Kurban Anggota DPR RI Alqassam Kasuba.

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:20

Pemdes Sabatang Salurkan BLT Tahap 1 dan Insentif Berbagai Pihak di Momentum Idul Adha 1447H/2026 M.

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:56

Harita Nickel dan Insan Pers Tebar Kebaikan Kurban di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an.

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:10

Bentuk Empati, Alqassam Kasuba Bantu Pemulangan Jenazah Asal  Morotai yang Meninggal Saat Memanah Ikan.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:05

Semarak HUT Halsel ke-23, DPMD Gelar Lomba Kebersihan Desa Berhadiah Menarik, Ayo Daftar Segera!

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:04

Hormati Regulasi, DPMD Tindak Lanjuti Edaran Bupati Soal Kepala Desa, Perangkat dan BPD Rangkap PPPK.

Senin, 11 Mei 2026 - 05:26

SDN 118 Halsel Sukses Gelar TKA dan UAS Secara Mandiri, Kepsek Nara Suleman Banjir Apresiasi.

Berita Terbaru