Malutinsight – Video pendek viral di media sosial melalui grub-grub watshap menunjukan temuan belatung di dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di MTS Negri 2 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Peristiwa mencengangkan ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, tepat di jam makan siang siswa waktu yang seharusnya menjamin pemenuhan gizi, namun justru berubah menjadi ancaman kesehatan bagi siswa siswi disekolah tersebut.
Dalam keterangan salah satu dewan guru, saat ditemui sejumlah awak Media mengungkapkan, kejadian bermula saat seorang siswa yang terlambat makan siang menemukan belatung di dalam daging ayam, kemudian melaporkan hal tersebut kepada guru.
“Salah satu siswa yang terlambat makan menemukan belatung di dalam daging ayam, dan langsung memanggil dewan kami untuk memeriksa, ternyata benar ada belatung ” ungkap Walid M Gani.
Temuan itu sontak memicu kepanikan dan perhatian dewan guru. Petugas pengantar MBG bernama Zul kemudian dipanggil untuk memeriksa langsung makanan tersebut.
“ Setelah belatung ditemukan, kami memanggil petugas pengantar bernama Zul untuk membelah daging ayam. Saat dibelah, kembali ditemukan dua ekor belatung di dalam daging ayam,” Jelas guru tersebut.
Kepala Sekolah MTS Ngeri 2 Halsel ,Abdurahim Hamza, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya temuan larva pada menu MBG di sekolah yang dipimpinnya itu.
Ia menegaskan dukungannya terhadap program yang digagas Presiden Prabowo, namun berharap agar penyedia makanan lebih memperhatikan aspek kehigienisan.
” Ia ada temuan ulat di dalam ompreng makanan bergizi gratis. Yang ditemukan disatu ompreng, yang lainya kita belum tau karna siswa yang menemukan itu siswa terakhir yang menyantak MBG. Kami berharap ada perhatian serius dari pihak SPPG agar kejadian serupa tidak lagi terulang, ” harapnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, sejumlah awak media mendatangi kantor SPPG MBG di Desa Babang untuk meminta klarifikasi. Namun kembali ditemukan fakta mencurigakan: penanggung jawab SPPG tidak berada di tempat.
Seorang karyawan yang mengaku sebagai Asisten Koordinator Lapangan bernama Nana sempat menghubungi penanggung jawab SPPG MBG. Namun, yang bersangkutan enggan datang, menolak bertemu, dan tidak memberikan penjelasan kepada awak media.
Sikap ini diduga sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab atas keselamatan konsumsi siswa. Sementara itu, karyawan bagian penanganan gizi Muzna Hamzah menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan belatung saat proses pengolahan makanan. Ia berdalih bahan telah diperiksa sebelum dimasak dan makanan diuji suhu sebelum distribusi.
“Kemungkinan belatung itu dari sayur, karena sebelum dimasak sudah dilakukan pengecekan, dan sebelum disalurkan juga dilakukan tes suhu,” Ujarnya.
Namun pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Zul, petugas pengantar MBG sekaligus saksi langsung yang membelah daging ayam tersebut.
“Memang betul. Waktu siswa dan guru dapat belatung, mereka panggil saya. Saya sendiri yang belah ayam itu, dan memang ada belatung di dalam daging ayam, bukan dari sayur,” Tegas Zul.
Hingga berita ini ditayangkan, penunggang jawab SPPG hingga Mitra Yayasan Gerbang Mas Obi dalam upaya konfirmasi. (Red).








