Izzuddin Alqassam Ingatkan Pentingnya Menjaga Hutan Lindung dan Libatkan UMKM.

- Penulis Berita

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi PKS, Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba.

Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi PKS, Dapil Maluku Utara, Izzuddin Alqassam Kasuba.

Tangerang, Malutinsight — Anggota Komisi VII DPR RI, Alqassam Kasuba, memberikan sejumlah catatan kritis dalam kunjungan kerja spesifik ke kawasan pariwisata Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Marketing Office PIK 2 Signature Gallery tersebut, Alqassam menekankan dua poin utama yang menjadi perhatian serius parlemen, yakni pelestarian kawasan hutan lindung dan keterlibatan nyata pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem kawasan.

Alqassam mengingatkan pihak pengelola dan instansi terkait untuk mengedepankan prinsip kepatuhan hukum lingkungan, terutama yang bersinggungan dengan area konservasi.

Berdasarkan tinjauan data, terdapat irisan lahan pengembangan yang memerlukan perhatian serius terkait status hutan lindung di wilayah tersebut.

“Investasi pariwisata tidak boleh berdiri di atas risiko kerusakan ekosistem. Ada sekitar 1.500 hektare yang bersinggungan dengan area hutan lindung. Kami di Komisi VII meminta transparansi dan ketaatan hukum yang mutlak agar pembangunan ini tetap menjaga kelestarian pesisir,” ujar Alqassam kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan ekonomi sesaat.

Selain isu lingkungan, legislator asal Maluku Utara ini menyoroti nasib pelaku ekonomi lokal. Menurutnya, keberadaan destinasi pariwisata berskala besar seharusnya menjadi lokomotif bagi UMKM lokal untuk naik kelas.

Alqassam mendorong agar paradigma pemberdayaan UMKM diubah. Ia meminta pengelola kawasan tidak hanya memberikan ruang ritel atau lapak jualan, tetapi juga melibatkan UMKM dalam rantai pasok (supply chain) operasional kawasan secara berkelanjutan.

“Saya tidak ingin UMKM hanya dijadikan pemanis atau pengisi sudut-sudut kecil kawasan. Mereka harus masuk ke sistem rantai pasok utama. Kebutuhan logistik, bahan baku, hingga jasa pendukung lainnya di PIK 2 harus memprioritaskan vendor lokal. Inilah esensi dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.

Poin terakhir yang ditekankan adalah mengenai hak masyarakat luas. Alqassam meminta agar pengembangan kawasan tidak menutup akses masyarakat umum untuk menikmati area pantai yang merupakan ruang publik.

“Pantai adalah milik publik. Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat tetap memiliki akses yang bebas menuju pesisir. Keseimbangan antara area komersial dan ruang publik adalah kunci agar pariwisata kita mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” tutup Alqassam.

Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta jajaran pemerintah daerah untuk memastikan proyek pariwisata ini berjalan selaras dengan kebijakan nasional dan kepentingan rakyat. (***).

Berita Terkait

Aleg F-PKS Dapil Malut Dorong Komoditas Kelor dan Kenari Jadi Produk Ekraf Global Bernilai Tinggi
Dorong Hilirisasi Berdampak Nyata, Alqassam: Industri Malut Harus Sejahterakan Rakyat
Usaha Rakyat di Ambang Kebangkrutan, Koperasi Sibela Desak Pemkab Halsel Secepatnya Evaluasi Kapal Cepat Harita.
Koperasi SIBELA Tegaskan Penyesuaian Tarif Rute Kupal–Kawasi Berdasarkan Kondisi Riil, Bukan Keputusan Sepihak.
Koperasi SIBELA Minta Pemkab Halsel Tak Tutup Mata, Desak Instansi Terkait Segera Evaluasi Operasional Kapal Cepat Milik Harita.
Dorong Pengembangan SDM dan Potensi Wisata, Alqassam Kasuba Buka Pelatihan Branding ‘Wonderful Indonesia’
Izzuddin Alqassam: Dominasi Produk Impor di Marketplace Alarm bagi UMKM Lokal.
Okupansi Hotel Pulih, Izzuddin Alqassam Apresiasi Daya Tahan Sektor Pariwisata

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18

Tunjukkan Kinerja Nyata, Pj Kades Liaro Relakan Anggaran Operasional demi Bangun Jembatan Penghubung Antar RT.

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:22

Wajah Baru Desa Liaro, Genjot Pembangunan Fisik dan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53

Bookfest Maluku Utara 2026 Resmi Digelar, Anggota DPR RI Beri Apresiasi Tinggi Bagi Penggerak Literasi.

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:37

Bacan United Siap Berbenah Pasca Ujian Mental di GOT XXVIII 2026 Lawan Pemain Liga 1, Coach Wahyudi Apresiasi Dukungan Alqassam Kasuba.

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:05

MC Ika Togale Apresiasi Pencatutan Siluet Penari Cakalele di Logo HUT Halsel ke-23.

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:22

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.

Kamis, 2 April 2026 - 07:17

Mediasi Pemkab Halsel Berbuah Manis, Jalan Menuju TPA di Marabose Kembali Dibuka.

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06

Ika Togale Halsel Gelar Rapat Finalisasi Agenda Mubes, Peringatan Harlah ke 21 dan Rancangan Struktur Organisasi.

Berita Terbaru