Oleh : Marisa Dahlan.
MalutInsight – Dampak dari Kemarau panjang yang saat ini melanda Wilayah Maluku utara, khususnya Kabupaten halmahera selatan, kecamatan bacan timur, mengakibatkan ratusan tanaman palah warga tak tertolong.
Kemarau yang berjalan kurang lebih stengah tahun ini menyebabkan tanaman pala disejumlah daerah mulai mengering. Hujan yang tak kunjung datang membuat masyarakat semakin menjerit dikarenakan harus menganggkut air guna menyiram tanaman yang semakin hari semakin layu.
Berdasarkan pengakuan salah seorang masyarakat Desa Nyonyifi, Bapak Darwis Yusuf, menyebut, seluruh masyarakat di kecamatan bacan timur yang memiliki tanaman pala, kurang lebih sejak bulan Mei 2026 sampai saat ini ( 5 oktober ) mengaku tidak pernah turun Hujan.
Hal tersebut membuat masyarakat semakin resah, apalagi warga manaruh harapan dan tumpuan hidup atas hasil tanaman yang mereka tanam sejak bertahun-tahun terlihat.
Hal ini semakin mengkhawatirkan akibat tanaman warga yang mulai terlihat daun-daun yang sebelumnya hijau dan segar saat ini terlihat mulai menegering dan berpotensi mati tak tertolong.
” Masyarakat di beberapa Desa wilayah Bacan Timur saat ini semuanya mengeluh akibat kemarin panjang, hal itu karna tanaman warga yang sudah di rawat bertahun-tahun mulai menegering dan mulai tidak tertolong, ” kata bapak Darwis, Senin (5/10/2026).
Jika kemarau ini masih tetap berlangsung untuk beberapa bulan ke depan maka selain membuat tanaman, dikhawatirkan akan terjadi kebakaran hutan dan debit air bersih juga akan berkurang.
Hal ini akan lebih mempersulitkan Warga di wilayah Maluku Utara. Apalagi air merupakan sumber kehidupan warga, sama halnya dengan tanaman palah yang menjadi sumber ekonomi dan pendapatan petani.







