Imbas Kemarau Panjang, Petani Menjerit Tanaman Palah Tak Tertolong.

- Penulis Berita

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanaman Pala Warga yang Mulai Mengering.

Tanaman Pala Warga yang Mulai Mengering.

Oleh : Marisa Dahlan.

MalutInsight – Dampak dari Kemarau panjang yang saat ini melanda Wilayah Maluku utara, khususnya Kabupaten halmahera selatan, kecamatan bacan timur, mengakibatkan ratusan tanaman palah warga tak tertolong.

Kemarau yang berjalan kurang lebih stengah tahun ini menyebabkan tanaman pala disejumlah daerah mulai mengering. Hujan yang tak kunjung datang membuat masyarakat semakin menjerit dikarenakan harus menganggkut air guna menyiram tanaman yang semakin hari semakin layu.

Berdasarkan pengakuan salah seorang masyarakat Desa Nyonyifi, Bapak Darwis Yusuf, menyebut, seluruh masyarakat di kecamatan bacan timur yang memiliki tanaman pala, kurang lebih sejak bulan Mei 2026 sampai saat ini ( 5 oktober ) mengaku tidak pernah turun Hujan.

Hal tersebut membuat masyarakat semakin resah, apalagi warga manaruh harapan dan tumpuan hidup atas hasil tanaman yang mereka tanam sejak bertahun-tahun terlihat.

Hal ini semakin mengkhawatirkan akibat tanaman warga yang mulai terlihat daun-daun yang sebelumnya hijau dan segar saat ini terlihat mulai menegering dan berpotensi mati tak tertolong.

” Masyarakat di beberapa Desa wilayah Bacan Timur saat ini semuanya mengeluh akibat kemarin panjang, hal itu karna tanaman warga yang sudah di rawat bertahun-tahun mulai menegering dan mulai tidak tertolong, ” kata bapak Darwis, Senin (5/10/2026).

Jika kemarau ini masih tetap berlangsung untuk beberapa bulan ke depan maka selain membuat tanaman, dikhawatirkan akan terjadi kebakaran hutan dan debit air bersih juga akan berkurang.

Hal ini akan lebih mempersulitkan Warga di wilayah Maluku Utara. Apalagi air merupakan sumber kehidupan warga, sama halnya dengan tanaman palah yang menjadi sumber ekonomi dan pendapatan petani.

Berita Terkait

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: “Tutup Celah Penyalahgunaan Hukum! Bukan Tunda UU Perampasan Aset!”
AI sebagai Guru Kedua: Transformasi Pembelajaran Matematika
Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern.
Reformasi Birokrasi dan Tantangan Agromaritim: Arah Baru Tata Kelola Pemerintahan Halmahera Selatan
Hukum Sebagai Harapan Terakhir: Refleksi Akhir Tahun atas Penegakan Hukum di Indonesia.
Hein Namotemo : Visi Lokal dalam Arus Perubahan
Kesadaran Hukum pada Lingkungan Hidup Sangat Penting, Akademisi UNSAN Bacan: Krisis Ekologi Butuh Tindakan Hukum yang Nyata.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:40

Dorong Kemandirian Ekonomi, Kementerian UMKM Diminta Tak Cuma Stop di Pelatihan Perempuan Pengusaha Mikro.

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:14

“Pameran Pintu Masuk, Bukan Garis Finis”, Alqassam Kasuba Minta TEI 2026 Beri Dampak Riil ke UMKM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:39

Tanggapi Dorongan Pengembangan Pariwisata Berkualitas, Alqassam: Jangan Sampai Budaya Dijual, Pemiliknya Tetap Miskin.

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:03

Aleg F-PKS Dapil Malut Dorong Komoditas Kelor dan Kenari Jadi Produk Ekraf Global Bernilai Tinggi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:35

Alqassam Kasuba Soroti Akses Pasar UMKM, Dorong Masuk Rantai Industri.

Rabu, 23 September 2026 - 07:06

Alqassam Kasuba Dorong Pemerintah Jadikan Keselamatan Standar Utama Pembangunan Pariwisata Nasional Termasuk di Malut.

Kamis, 17 September 2026 - 13:58

Anggota DPR RI Alqassam Kasuba: Program Gastronomi Harus Angkat Kuliner Maluku Utara.

Rabu, 16 September 2026 - 13:22

Dorong Hilirisasi Berdampak Nyata, Alqassam: Industri Malut Harus Sejahterakan Rakyat

Berita Terbaru