Program MBG Tercoreng, Belatung Ditemukan Dimenu Siswa MTS N 2, Pihak Terkait Belum Berikan Klarifikasi.

- Penulis Berita

Senin, 26 Januari 2026 - 10:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor SPPG bermitra dengan Yayasan Gerbang Mas Obi. (Doc//MalutInsight)

Kantor SPPG bermitra dengan Yayasan Gerbang Mas Obi. (Doc//MalutInsight)

Malutinsight – Video pendek viral di media sosial melalui grub-grub watshap menunjukan temuan belatung di dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di MTS Negri 2 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Peristiwa mencengangkan ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, tepat di jam makan siang siswa waktu yang seharusnya menjamin pemenuhan gizi, namun justru berubah menjadi ancaman kesehatan bagi siswa siswi disekolah tersebut.

Dalam keterangan salah satu dewan guru, saat ditemui sejumlah awak Media mengungkapkan, kejadian bermula saat seorang siswa yang terlambat makan siang menemukan belatung di dalam daging ayam, kemudian melaporkan hal tersebut kepada guru.

“Salah satu siswa yang terlambat makan menemukan belatung di dalam daging ayam, dan langsung memanggil dewan kami untuk memeriksa, ternyata benar ada belatung ” ungkap Walid M Gani.

Temuan itu sontak memicu kepanikan dan perhatian dewan guru. Petugas pengantar MBG bernama Zul kemudian dipanggil untuk memeriksa langsung makanan tersebut.

“ Setelah belatung ditemukan, kami memanggil petugas pengantar bernama Zul untuk membelah daging ayam. Saat dibelah, kembali ditemukan dua ekor belatung di dalam daging ayam,” Jelas guru tersebut.

Kepala Sekolah MTS Ngeri 2 Halsel ,Abdurahim Hamza, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya temuan larva pada menu MBG di sekolah yang dipimpinnya itu.

Ia menegaskan dukungannya terhadap program yang digagas Presiden Prabowo, namun berharap agar penyedia makanan lebih memperhatikan aspek kehigienisan.

” Ia ada temuan ulat di dalam ompreng makanan bergizi gratis. Yang ditemukan disatu ompreng, yang lainya kita belum tau karna siswa yang menemukan itu siswa terakhir yang menyantak MBG. Kami berharap ada perhatian serius dari pihak SPPG agar kejadian serupa tidak lagi terulang, ” harapnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, sejumlah awak media mendatangi kantor SPPG MBG di Desa Babang untuk meminta klarifikasi. Namun kembali ditemukan fakta mencurigakan: penanggung jawab SPPG tidak berada di tempat.

Seorang karyawan yang mengaku sebagai Asisten Koordinator Lapangan bernama Nana sempat menghubungi penanggung jawab SPPG MBG. Namun, yang bersangkutan enggan datang, menolak bertemu, dan tidak memberikan penjelasan kepada awak media.

Sikap ini diduga sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab atas keselamatan konsumsi siswa. Sementara itu, karyawan bagian penanganan gizi Muzna Hamzah menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan belatung saat proses pengolahan makanan. Ia berdalih bahan telah diperiksa sebelum dimasak dan makanan diuji suhu sebelum distribusi.

“Kemungkinan belatung itu dari sayur, karena sebelum dimasak sudah dilakukan pengecekan, dan sebelum disalurkan juga dilakukan tes suhu,” Ujarnya.

Namun pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Zul, petugas pengantar MBG sekaligus saksi langsung yang membelah daging ayam tersebut.

“Memang betul. Waktu siswa dan guru dapat belatung, mereka panggil saya. Saya sendiri yang belah ayam itu, dan memang ada belatung di dalam daging ayam, bukan dari sayur,” Tegas Zul.

Hingga berita ini ditayangkan, penunggang jawab SPPG hingga Mitra Yayasan Gerbang Mas Obi dalam upaya konfirmasi. (Red).

Berita Terkait

Usaha Rakyat di Ambang Kebangkrutan, Koperasi Sibela Desak Pemkab Halsel Secepatnya Evaluasi Kapal Cepat Harita.
Koperasi SIBELA Tegaskan Penyesuaian Tarif Rute Kupal–Kawasi Berdasarkan Kondisi Riil, Bukan Keputusan Sepihak.
Koperasi SIBELA Minta Pemkab Halsel Tak Tutup Mata, Desak Instansi Terkait Segera Evaluasi Operasional Kapal Cepat Milik Harita.
Dorong Pengembangan SDM dan Potensi Wisata, Alqassam Kasuba Buka Pelatihan Branding ‘Wonderful Indonesia’
Izzuddin Alqassam: Dominasi Produk Impor di Marketplace Alarm bagi UMKM Lokal.
Okupansi Hotel Pulih, Izzuddin Alqassam Apresiasi Daya Tahan Sektor Pariwisata
Izzuddin Alqassam Kasuba Soroti Pembatalan Festival Tanjung Waka Event Pariwisata Maluku Utara di 2025, Desak Perhatian Pemerintah Pusat.
Izzuddin Alqassam Ingatkan Pentingnya Menjaga Hutan Lindung dan Libatkan UMKM.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 03:22

Wujud Kepedulian Desa, Pemdes Sabatang Salurkan BLT Tahap II dan Insentif Imam, Guru TPQ, hingga Lembaga Desa.

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:49

Bupati Bassam Didesak Tindak Oknum PPPK yang Diduga Paksa Masyarakat Goro-goro Ikut Syiah.

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Kompleks Habibi Ludes Terbakar, Korban Butuh Uluran Tangan.

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:47

Terhenti di Babak 8 Besar, President Club TELUK MOU Tetap Bangga Pada Pemain dan Sampaikan Apresiasi ke Panitia GOT XXVIII.

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:45

Komitmen di Tengah Tantangan Fiskal, Bupati Bassam Serahkan SK Pengangkatan 100% Bagi 175 CPNS.

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:11

Mulai 26 Juni 2026, Tarif Speed Boat Rute Kupal–Kawasi Naik Menjadi Rp400.000

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:03

Koperasi Sibela Desak Pemkab Halsel Evaluasi Operasional Kapal Cepat Harita Rute Kupal Kawasi, Warning Gelar Aksi Besar-besaran.

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:20

Pertegas Hasil RDP Dengan DPRD Halsel, Koperasi SBS Minta Pemkab Halsel Tinjau Tarif Speed Boat Kupal Kawasi dan Evaluasi Kapal Cepat Harita.

Berita Terbaru